Artikel Pilihan

Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan dalam Penanaman Pohon Jati Agar Berhasil

ciri  ciri pohon jati

Pohon jati tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia dan Jawa pada khususnya. Kayu jati memiliki nilai ekonomis tinggi sehingga banyak orang melakukan penanaman pada lahan yang dimiliki agar di kemudian hari bisa memperoleh hasil kayunya. Namun umumnya orang menanam menggunakan benih biasa yang tumbuh liar di pekarangan atau ladang.

Pola menanamnya juga kurang diperhatikan sehingga benih tumbuh tanpa perawatan yang maksimal. Pengetahuan tentang cara menanam pohon jati yang masih kurang menjadikan hasil panenan kayunya belum maksimal jika dihitung secara ekonomis.

Padahal untuk dapat menikmati hasil kayu jati, orang harus menunggu hingga belasan sampai puluhan tahun. Oleh karena itu pengetahui mengenai teknik menanam yang sesuai dengan kaidah silvikultur menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam meningkatkan produksivitas hutan jati rakyat.

Ada beberapa hal yang menjadi kunci bagi keberhasilan dalam menanam pohon jati, yaitu :
  1. Menggunakan benih unggul
  2. Penerapan pola tanam
  3. Pemilihan lahan dan perawatan
Ketiga hal tersebut akan diuraikan dalam artikel ini agar penanaman pohon jati pasti berhasil.

1.Menggunakan Benih Unggul

ciri  ciri pohon jati
sumber : google.com

Faktor genetik menentukan lebih dari 50% terhadap pertumbuhan dan kualitas fisik suatu pohon. Pohon jati pun demikian, kualitas klon benih sangat mempengaruhi keberhasilan pertumbuhannya. Pada umur yang sama pohon jati yang berasal dari benih yang berbeda akan memperlihatkan kecepatan pertumbuhan dan penampilan batang pohon yangberbeda.

Jika yang Anda inginkan adalah pohon jati yang tumbuhnya relatif lebih cepat, sehat dan tahan penyakit, kemudian kayunya lurus tidak banyak percabangan maka mau tidak mau pilihannya adalah menggunakan benih atau bibit yang berasal dari indukan berkualitas (benih unggul).

Walaupun harganya lebih mahal daripada benih yang biasa, yang seringkali diperoleh gratis karena tinggal mengambil dari benih liar, namun jika diperhitungkan dengan biaya perawatan, waktu menunggu panen, dan hasil yang diperoleh akan jauh menguntungkan bila menggunakan benih unggul.

Baca Juga :

Penggunaan benih unggul akan makin maksimal jika penanaman pada lahan yang sesuai dengan persyaratan tumbuh pohon jati. Salah satu hal yang disarankan dalam memilih benih unggul adalah membeli benih yang berasal dari sumber benih yang memiliki kondis ekologis (ketinggian, tempat, iklim dan tanah) yang mirip dengan lokasi yang akan ditanami.


2.Penerapan Pola Tanam

Ada beberapa pola tanam yang bisa menjadi pilihan bagi Anda yang mau menanam pohon jati, yaitu :
ciri  ciri pohon jati
sumber : google.com


a.Pola tanam monokultur (tanaman sejenis)

Pohon jati memerlukan banyak unsur hara untuk pertumbuhannya, sehingga pada areal penanaman yang tandus atau kurang subur disarankan menggunakan teknik penanaman monokultur. Pada lahan tidak subur jika di bawah tegakan pohon jati ditanami palawija atau empon-empon, hasilnya tidak maksimal.’

Akar pohon jati juga termasuk rakus dalam menyerap unsur hara di dalam tanah. Dan tanaman yang tumbuh di bawahnya kebanyakan akan kalah dalam hal pertumbuhan.

Keuntungan pada pola tanam monokultur adalah hasil kayu bisa lebih banyak, karena pertumbuhan batang lebih maksimal.

b.Pola tanam campuran dan tumpangsari

Pola tanam ini bisa diterapkan jika lahannya subur agar bisa meningkatkan keuntungan dari pemanfaatan lahan. Masyarakat yang menerapkan pola ini bisa memperoleh penghasilan tambahan dengan menanam tanaman di bawah tegakan jati yang hasil panennya kurang dari setahun. Jenis tanaman yang bisa dikembangkan misalnya tanaman empon-empon seperti jahe,kunyit, temulawak, palawija (kacang, kedelai).

Namun jika tajuk pohon jati sudah rapat dan sinar matahari hanya sedikit yang bisa menembus tanah di bawah tegakan, tanaman palawija tidak bisa tumbuh dengan baik. Maka tumpang sari ini hanya baik dilakukan saat tanaman jati belum terlalu besar, atau berumur kurang dari 5 tahun.

Pola penanaman campursari ini juga memiliki tujuan orang yang menanami lahannya dengan pohon jati memiliki penghasilan jangka pendek karena disamping menghasilkan kayu, petani juga bisa memperoleh hasil panen tanaman semusim.

Pola penanaman tumpangsari juga bisa dikombinasikan dengan jenis-jenis tanaman perkebunan misalnya kopi, kakao atau kelapa sawit. Namun yang penting diperhatikan persyaratan utama pada pola tumpang sari ini adalah lahannya subur.

Hutan campuran terdiri dari beberapa pohon dengan usia panen yang berbeda dan harus memiliki ketinggian yang berbeda sehingga membentuk strata atau tingkatan ketinggian tajuk.

Kombinasi dengan pola tanam pohon perkebunan akan memiliki kelebihan sebagai berikut :
  • Ketahanan terhadap penyakit meningkat
  • Efisiensi dalam penggunaan ruang tumbuh bagi sistem perakaran
  • Ketahanan terhadap terpaan angin lebih baik
Baca Juga :


Belum ada Komentar untuk "Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan dalam Penanaman Pohon Jati Agar Berhasil"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel