Artikel Pilihan

Sempat Dianggap Gulma, Ini Kelebihan Pohon Tabebuya yang Mendunia

Pohon tabebuya pernah membuat gempar warganet di Indonesia setelah tiba-tiba muncul di Surabaya membawa nuansa khas Jepang yang seolah penuh sakura. Saat itu, bunga tabebuya memang sedang bermekaran di sejumlah jalan protokol. Dengan kelopak berwarna merah muda, putih, dan kuning, tanaman asli Brazil ini kian mempercantik tata kota Surabaya.

Ciri Ciri Pohon Tabebuya

Di Indonesia, pohon tabebuya memang mulai berbunga di musim kemarau. Umumnya, pohon jenis peneduh seperti ini akan bereproduksi ketika musim kemarau tiba. Tabebuya memiliki banyak spesies yang diperkirakan ada lebih dari 100 spesies tersebar di seluruh penjuru dunia.

Salah satu kelebihan tabebuya adalah memiliki bunga bergerombol nan cantik memesona. Setiap pohon tabebuya mampu menghasilkan bunga berlimpah layaknya sakura di Jepang. Selain itu, bunga tabebuya tidak mudah rontok dan mampu bertahan dalam kondisi kering.



Kelebihan pohon tabebuya dibandingkan pohon jenis lain

Tak hanya indah secara visual, tabebuya ternyata memiliki banyak kelebihan lain. Tabebuya dikenal secara luas mampu dijadikan pelindung dari bahaya polusi udara. Tak heran, jika akhirnya pohon ini kerap diikutsertakan dalam kampanye penghijauan.

Oleh sebab itulah, pohon tabebuya banyak ditanam di pinggir jalan kota-kota besar dan juga taman. Sebab dianggap mampu menangkal polusi udara yang semakin mengkhawatirkan.

Bukan hanya itu saja, tabebuya juga dapat menyerap air dengan sangat baik sehingga bisa mencegah ataupun meminimalisir terjadinya banjir. Pohon dengan banyak cabang dan bunga super lebat ini juga bisa diandalkan sebagai bentuk perlindungan diri dari paparan sinar matahari langsung.

Melansir dari laman science direct, berbagai macam spesies tabebuya telah digunakan sejak zaman dahulu di wilayah Amazon untuk mengobati berbagai penyakit. Tak tanggung-tanggung, berdasarkan penelitian yang dilakukan sejumlah ahli, tabebuya mampu meredakan gejala demam, malaria, hingga sifilis.

Webmd bahkan mencatat, bahwa tabebuya juga bisa membantu para penderita anemia, infeksi kantung kemih dan prostat, asma, arthritis, diare, psoriasis, eksim, bronkitis, diabetes, dan lain sebagainya.

Mengutip dari laman research gate, untuk meredakan penyakit-penyakit tersebut, tanaman yang juga dikenal dengan nama lapacho ini harus diseduh dan dijadikan teh. Penelitian ini dibuktikan juga dalam sebuah jurnal berjudul A Sypnosis of Bignoniaceae Ethnobotany and Economic Botany.

Klaim penggunaan tabebuya dalam uji klinis pengobatan kanker pertama kali dilakukan di Brazil pada tahun 1960-an. Sejak saat itulah hampir semua orang mulai melirik keberadaan tanaman ini. Bahkan, ada juga yang membuat berbagai ekstrak tabebuya dari kulit dan batang kayunya untuk diolah menjadi beraneka produk termasuk makanan sehat.

Ada pula penelitian yang membuktikan, bahwa tanaman tabebuya ini memiliki banyak senyawa bioaktif seperti, naphthoquinones terutama jenis lapachol dan beta-lapachone.

Di tahun 1970, beta-lapachone sempat diajukan ke National Cancer Institute, tapi akhirnya ditarik kembali karena tingginya tingkat toksisitas. Hingga kini, senyawa tersebut masih dalam uji klinis fase II di Amerika Serikat. Artinya, masih belum ditemukan bukti-bukti lain yang menguatkan kelebihan serta efektivitas tabebuya untuk kesehatan.
Ciri Ciri Pohon Tabebuya
Sumber: pohonhiasbesar.files.wordpress.com

Sebaran dan habitat pohon tabebuya

Tabebuya termasuk salah satu jenis tumbuhan asli Brazil yang tersebar hingga pelosok dunia, terutama di daerah beriklim tropis hingga sub-tropis. Mulai dari Amerika, Argentina, Australia, Bolivia, Meksiko, dan Suriname Selatan.

Pohon yang sempat dianggap gulma oleh sebagian besar penduduk Australia ini juga menyebar hingga Asia. Salah satu negara yang mulai membudidayakan pohon ini adalah Indonesia kita tercinta.

Bunga tabebuya berbentuk terompet yang bergerombol dengan panjang antara 3 – 11 sentimeter. Tingginya menjulang mulai dari 4 – 50 meter dengan batang yang tidak terlalu besar jika tumbuh di habitat aslinya, yaitu hutan hujan Amazon.

Tabebuya dikenal sebagai salah satu jenis tanaman yang sangat baik dalam beradaptasi dengan lingkungannya. Tabebuya disebut-sebut mampu hidup di kawasan kering tanpa air sekalipun. Biasanya, tanaman satu ini mulai berbunga ketika memasuki musim kemarau dan berakhir menjelang musim hujan.



Meski memiliki kemampuan bertahan hidup yang mumpuni dan mudah beradaptasi, pohon tabebuya sebaiknya tetap disiram secara rutin. Apalagi ketika musim kemarau tiba. Hal ini demi menjaga kelembapan dan kelangsungan hidupnya.

Itu tadi sedikit penjelasan mengenai kelebihan pohon tabebuya yang sangat terkenal di kalangan pecinta tanaman di seluruh dunia. Tak disangka ya, tanaman yang awalnya dianggap gulma kini berdiri kokoh di antara pujian dengan segala keanggunannya.

Belum ada Komentar untuk "Sempat Dianggap Gulma, Ini Kelebihan Pohon Tabebuya yang Mendunia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel