Artikel Pilihan

Ciri Ciri Pohon Manjakani (Quercus infectoria) Di Alam Liar

Manjakani

Manjakani atau Aleppo Oak (Quercus infectoria) adalah spesies pohon oak yang telah digunakan sebagai pengobatan tradisional selama berabad-abad di Asia. Pohonnya asli dari Eropa selatan (Yunani dan Kepulauan Aegean Timur) dan Timur Tengah (Turki, Siprus, Iran, Irak, Kurdistan, Libanon, Suriah, dan Israel). Ia juga ditemukan tumbuh di Asia Selatan dan Barat Daya.

Nama "Manjakani" sendiri digunakan di Malaysia untuk menyebut Galls (sejenis pertumbuhan pembengkakan pada jaringan eksternal tanaman). Galls dari pohon manjakani ini telah digunakan selama ratusan tahun untuk melembutkan kulit dan membuat pewarna tinta hitam.

Manjakani Galls
Source : blog.ellistextiles.com

Galls ini muncul pada cabang muda dari pohon manjakani ketika lebah empedu menyengat pohon dan menyimpan larva mereka. Reaksi kimia sengatan tawon menyebabkan kelainan pada pohon dan menimbulkan bola-bola kecil yang keras.



Galls manjakani juga secara farmakologis telah didokumentasikan memiliki kandungan zat astringent, antidiabetic, antitremorine, local anaesthetic, antiviral, antibacterial, antifungal, larvicidal, and anti-inflammatory activities.

Berbagai kegiatan farmakologis dari pohon ini mungkin mendukung kemanjuran persiapan ekstrak manjakani yang banyak digunakan di Malaysia untuk mengobati berbagai macam masalah kesehatan sejak beberapa dekade yang lalu.


Ciri Ciri Daun Manjakani


Ciri Ciri Daun Manjakani
Source : flickr.com/Paco Garin

Daunnya bertangkai pendek sekitar 3-4 cm, setiap lembar daun memiliki panjang 5-7 cm dan lebar 3-4 cm, kaku, halus, tidak merata dibagian pangkal, bergelombang ditepi, dan berbulu halus di sisi bawah.

Meskipun manjakani adalah pohon tropis, namun ia tetap menggugurkan daun disaat musim dingin dan memunculkan dedaunan baru saat musim semi. Daun-daun muda manjakani memiliki tepi yang sangat bergelombang dang berwarna hijau cerah, sedangkan daun yang lebih tua akan lebih rapih dan berwarna hijau gelap, hijau kekuningan, hingga kuning pekat.

Secara geografis, bentuk daunnya bervariasi, untuk spesies yang berasal dari Libanon, daunnya relatif lebar dibagian ujung.


Ciri Ciri Bunga Manjakani


Ciri Ciri Bunga Manjakani
Source : commons.wikimedia.org/Krzysztof Ziarnek, Kenraiz

Bunga manjakani monoecious (bunga jantan atau betina berbeda), tetapi kedua jenis kelamin berada itu berada di satu pohon yang sama dan diserbuki oleh angin.


Ciri Ciri Buah Manjakani


Ciri Ciri Buah Manjakani
Source : flickr.com/HEN-Magonza

Buahnya soliter atau berpasangan, bergerombol, ovoid memanjang, panjang 2-4 cm, diameter sekitar 2 cm, dan berwarna cokelat muda terang ketika masak.


Ciri Ciri Pohon Manjakani


Ciri Ciri Pohon Manjakani
Source : flickr.com/Chris Kirby-Lambert

Berbeda dengan kebanyakan pohon oak lainnya, pohon manjakani hanya memiliki ketinggian 2-5 meter di alam liar dan ia membentuk semak besar dengan batang utama yang besar dan percabangan yang bengkok-bengkok.



Di habitat alaminya, pohon manjakani tumbuh pada ketinggian 1.800 m dpl. Ia lebih menyukai tanah lembap dan berat seperti tanah liat, tanah alkali, tanah asam, tanah netral, dan tanah basa. Pohonnya dapat tumbuh di tempat yang sedikit teduh tetapi tidak mentolerir naungan.

Secara historis, pohon manjakani memiliki banyak kegunaan untuk obat, terutama obat tradisional. Mulai dari kulit batang, daun, hingga buahnya memiliki peran penting dalam bahan baku pembuatan obat tradisional maupun modern.


Belum ada Komentar untuk "Ciri Ciri Pohon Manjakani (Quercus infectoria) Di Alam Liar"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel